Reportaseterkini.net - Kejadian ini terjadi di Mesir. Sebuah apartment 5 tingkat mulai terbakar hampir lewat tengah malam.
Semua penghuni bangunan tersebut sangat terkejut dan bergegas menyelamatkan diri masing-masing, meninggalkan barang dalam rumah mereka, sehelai sepinggang, dan menyaksikan api dgn maraknya menjilat hampir semua rumah dibangunan tersebut.
Saat terbit matahari, bangunan itu masih juga terbakar, (lihat gambar).
Masing-masing melihat kediaman mereka dan barang yg di dalamnya hangus dijilat api. Mereka tak sempat berbuat apa-apa.
Tetapi, dengan kuasa ALLAH!
SUBHANALLAH...
Rumah no.13, seolah-olah tidak disentuh api. Sedangkan rumah diatas dan dibawahnya juga terbakar dijilat api.
Saat api sudah reda dan berhasil dipadamkan, masing-masing masuk melihat keadaan rumah mereka yg sudah hangus.
Tetapi Mohamed and Munir yang tinggal di rumah no.13, amat terkejut. Keadaan dalam rumah mereka tidak disentuh Api!
Ramai sahabat dan jiran datang utk menyaksikan kejadian yg yang sukar dipercaya ini. Sungguh ajaib.
.
Apa yg mereka dapati, rumah mereka selamat, dan Al-Quran yang sedang tersusun di kabinet kekal seperti ditinggalkan.
Mohamed dan Munir adalah penghafal Al-Quran, dan mereka berusaha mengulang hafal paling kurang satu surah sehari.
Sebuah Al-Quran masih lagi terbuka di atas meja dihadapan mereka yang digunakan utk mengajar anaknya malam tadi dan terpaksa ditinggalkan sewaktu bergegas meninggalkankan apartment mereka.
Malah mereka juga terkejut dgn barang dalam rumah dan Al-Quran tersebut yg tidak disentuh api.
Allah Maha Berkuasa!!
Allah menyelamatkan Al-Quran dan harta mereka bila ia digunakan utk sepatutnya.
Mukjizat Al-Quran sebagai kalimah Allah yg sangat penting ini masih berdiri dan sering dilupakan dicelah-celah rak buku di rumah kita. 😔
Di dunia ALLAH telah menunjukkan, interaksi kita dengan Al-Quran bisa menyelamatkan kita dari kebakaran. [reportaseterkini.net]
ALLAHUAKBAR!
Semoga Allah mengampun dan merahmati kita.
Aamiin Yaa Rabbal'allamin
Sumber: FP Mahasiswa Madinah
Jumat, 27 Mei 2016
Kamis, 26 Mei 2016
Pengertian Dzikir Dan Keutamaanya
Reportaseterkini.net - Dzikir merupakan salah satu perintah dalam Al-Qur’an, yang pelaksanaanya bisa dengan berbagai cara, seperti dzikir sehabis shalat, ketika bekerja, dan lain-lain. Di dalam dzikir, terkandung hikmah yang besar, yang apabila dilakukan secara tulus dan ikhlas dapat membantu pengamalnya (terutama ibu hamil) menjadi pribadi yang baik, serta dikaruniai anak yang shalih dan shalihah.
Kata dzikir berarti menyebut , mengucap, memuji, dan mengingat Allah Swt. Dzikir sangat dianjurkan oleh Allah karena termasuk sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman. Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS.al-al-Ahzab [33]:41).
Selain ayat tersebut, Allah Swt juga memperingatkan umat Islam agar jangan terlalu sibuk bekerja dan mengurus anak sehingga membuat kita lalai dalam berdzikir kepada-Nya. Sebab, hal tersebut sangat tidak disukai oleh Allah Swt. Dengan demikian, seseorang yang tidak berdzikir merupakan orang-orang yang rugi dalam kehidupannya.
Allah Swt. Berfirman:
“Hai, orang-orang beriman. Janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS.al-Munaafiquun[63]: 9)
Bagi seorang muslim, tidak sempurna ibadahnya jika belum berdzikir . dzikir merupakan salah satu bukti keshalihan seorang muslim, dan ketika melakukannya maka bertambahlah kedekatannya kepada Allah Swt. Terlebih, dzikir yang dilakukan dengan khusyuk dan penuh harap, disertai sikap khauf dan raja’ yang tinggi, penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha-Nya, maka orang itu akan memperoleh ketentraman dan kedamaian jiwa.
Dzikir merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.,bahkan salah satu amalan hidup beliau yang tidak pernah ditinggalkan. Bagi beliau, tiada hari tanpa dzikir, dan tiada jalan hidup yang dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, serta dapat menentramkan hari selain dengan berdzikir.
Rasulullah Saw, mengamalkan dzikir dan mengajarkannya kepada umatnya. Bukan tanpa sebab dan tanpa tujuan, bukan pula dzikir diajarkan sebagai pelengkap ibadah sehabis shalat saja. Tetapi, dzikir diajarkan oleh Allah Swt. Kepada beliau agar menjadi sarana untuk mendekatkan makhluk kepada Tuhannya.
Di dalam al-Qur’an telah disebutkan bahwa dzikir dapat dilakukan kapan dan di mana pun berada, baik secara lisan maupun hati. Mengenai ini, Allah Swt, berfirman:
“…Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring…” (QS.an-Anisa’ [4]: 103)
Dengan demikian, dzikir bagi ibu hamil dapat dilakukan sewaktu-waktu; pada malam hari, siang hari, di daratan, lautan, saat dalam perjalanan, atau ketika sedang di rumah, sementara itu, cara berdzikir sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin, ialah dengan tiga cara, yaitu dzikir dengan hati, lisan, dan anggota badan.
Dzikir dengan hati adalah dengan merenungkan keagungan nama-nama dan sifat-sifat Allah Swt. (seperti Asmaul Husna), serta menyelami kesempurnaan hukum-hukum dan kebesaran ayat-ayatNya. Sedangkan dzikir dengan lisan, di antaranya membaca tasbih, tahlil, takbir, istighfar, dan lain sebagainya. Sedangkan dzikir dengan anggota badan ialah segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt., seperti mendirikan shalat, ruku, sujud, dan lain-lain.
Meskipun dzikir tidak dilakukan dengan berbagai cara, namun tidak cukup bila dzikir hanya dilaksanakan dengan lisan. Tentunya, akan sangat berkurang manfaat dan keutamaannya jika ada orang yang dzikir hingga ribuan, tetapi ia tetap melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan agama. Karena iman adalah sesuatu yang di ucapkan dengan lisan, di benarkan dengan hati dan diamalkan dalam tindakan perbuatan, maka dzikir sebagai manifestasi dari keimanan, semestinya juga dilakukan secara lahir, hati dan dibuktikan dengan tindakan.
Maka, apabila seorang ibu hamil ingin hatinya tenang dan tenteram, yang tentunya juga berdampak bagi janinnya, berdzikir tidak hanya diucapkan dengan lisan. Akan tetapi, dzikir juga direnungkan dan dihayati dalam jiwa, kemudian termanifestasi dalam tindakan dan perilaku sehari-sehari. Inilah sebenar-benarnya dzikir mampu membuat hati seseorang dekat kepada Allah Swt., yang dampaknya bisa membawa ketentraman. Oleh karena itu, dzikir yang dilakukan tidak boleh setengah-setengah, dzikir yang diucapkan harus mampu mempengaruhi semua tindak tanduk kita. Jangan sampai di mulut melakukan dzikir dengan nyaring, tetapi tidak paham yang diucapkan. Sebab, dzikir semacam ini tidak akan membekas sama sekali di hati dan perbuatan kita.
Pada hakikatnya, dzikir dapat dilakukan oleh seluruh anggota tubuh, termasuk janin dalam kandungan. Hal tersebut seperti seluruh alam semesta berdzikir kepada Allah Swt. Allah Swt. Berfirman:
“Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunun, pepohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari pada manusia? Dan, banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Serta, barang siapa yang hinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya, Allah berbuat apa yang Dia Kehendaki.” (QS.al-Hajj [22]: 18).
Dzikir yang sering diucapkan oleh ibu hamil dapat menjauhkan diri dan anak yang di kandungnya dari azab Allah. Kelak, ketika dilahirkan ke dunia, anak tersebut menjadi anak yang pandai berdzikir, karena shalih dan shalihah. Oleh karena itu, sebaiknya, ibu hamil sering berdzikir, baik siang maupun malam dan secara lisan maupun dalam hati. [reportaseterkini.net]
Kata dzikir berarti menyebut , mengucap, memuji, dan mengingat Allah Swt. Dzikir sangat dianjurkan oleh Allah karena termasuk sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman. Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS.al-al-Ahzab [33]:41).
Selain ayat tersebut, Allah Swt juga memperingatkan umat Islam agar jangan terlalu sibuk bekerja dan mengurus anak sehingga membuat kita lalai dalam berdzikir kepada-Nya. Sebab, hal tersebut sangat tidak disukai oleh Allah Swt. Dengan demikian, seseorang yang tidak berdzikir merupakan orang-orang yang rugi dalam kehidupannya.
Allah Swt. Berfirman:
“Hai, orang-orang beriman. Janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS.al-Munaafiquun[63]: 9)
Bagi seorang muslim, tidak sempurna ibadahnya jika belum berdzikir . dzikir merupakan salah satu bukti keshalihan seorang muslim, dan ketika melakukannya maka bertambahlah kedekatannya kepada Allah Swt. Terlebih, dzikir yang dilakukan dengan khusyuk dan penuh harap, disertai sikap khauf dan raja’ yang tinggi, penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha-Nya, maka orang itu akan memperoleh ketentraman dan kedamaian jiwa.
Dzikir merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.,bahkan salah satu amalan hidup beliau yang tidak pernah ditinggalkan. Bagi beliau, tiada hari tanpa dzikir, dan tiada jalan hidup yang dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, serta dapat menentramkan hari selain dengan berdzikir.
Rasulullah Saw, mengamalkan dzikir dan mengajarkannya kepada umatnya. Bukan tanpa sebab dan tanpa tujuan, bukan pula dzikir diajarkan sebagai pelengkap ibadah sehabis shalat saja. Tetapi, dzikir diajarkan oleh Allah Swt. Kepada beliau agar menjadi sarana untuk mendekatkan makhluk kepada Tuhannya.
Di dalam al-Qur’an telah disebutkan bahwa dzikir dapat dilakukan kapan dan di mana pun berada, baik secara lisan maupun hati. Mengenai ini, Allah Swt, berfirman:
“…Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring…” (QS.an-Anisa’ [4]: 103)
Dengan demikian, dzikir bagi ibu hamil dapat dilakukan sewaktu-waktu; pada malam hari, siang hari, di daratan, lautan, saat dalam perjalanan, atau ketika sedang di rumah, sementara itu, cara berdzikir sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin, ialah dengan tiga cara, yaitu dzikir dengan hati, lisan, dan anggota badan.
Dzikir dengan hati adalah dengan merenungkan keagungan nama-nama dan sifat-sifat Allah Swt. (seperti Asmaul Husna), serta menyelami kesempurnaan hukum-hukum dan kebesaran ayat-ayatNya. Sedangkan dzikir dengan lisan, di antaranya membaca tasbih, tahlil, takbir, istighfar, dan lain sebagainya. Sedangkan dzikir dengan anggota badan ialah segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt., seperti mendirikan shalat, ruku, sujud, dan lain-lain.
Meskipun dzikir tidak dilakukan dengan berbagai cara, namun tidak cukup bila dzikir hanya dilaksanakan dengan lisan. Tentunya, akan sangat berkurang manfaat dan keutamaannya jika ada orang yang dzikir hingga ribuan, tetapi ia tetap melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan agama. Karena iman adalah sesuatu yang di ucapkan dengan lisan, di benarkan dengan hati dan diamalkan dalam tindakan perbuatan, maka dzikir sebagai manifestasi dari keimanan, semestinya juga dilakukan secara lahir, hati dan dibuktikan dengan tindakan.
Maka, apabila seorang ibu hamil ingin hatinya tenang dan tenteram, yang tentunya juga berdampak bagi janinnya, berdzikir tidak hanya diucapkan dengan lisan. Akan tetapi, dzikir juga direnungkan dan dihayati dalam jiwa, kemudian termanifestasi dalam tindakan dan perilaku sehari-sehari. Inilah sebenar-benarnya dzikir mampu membuat hati seseorang dekat kepada Allah Swt., yang dampaknya bisa membawa ketentraman. Oleh karena itu, dzikir yang dilakukan tidak boleh setengah-setengah, dzikir yang diucapkan harus mampu mempengaruhi semua tindak tanduk kita. Jangan sampai di mulut melakukan dzikir dengan nyaring, tetapi tidak paham yang diucapkan. Sebab, dzikir semacam ini tidak akan membekas sama sekali di hati dan perbuatan kita.
Pada hakikatnya, dzikir dapat dilakukan oleh seluruh anggota tubuh, termasuk janin dalam kandungan. Hal tersebut seperti seluruh alam semesta berdzikir kepada Allah Swt. Allah Swt. Berfirman:
“Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunun, pepohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari pada manusia? Dan, banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Serta, barang siapa yang hinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya, Allah berbuat apa yang Dia Kehendaki.” (QS.al-Hajj [22]: 18).
Dzikir yang sering diucapkan oleh ibu hamil dapat menjauhkan diri dan anak yang di kandungnya dari azab Allah. Kelak, ketika dilahirkan ke dunia, anak tersebut menjadi anak yang pandai berdzikir, karena shalih dan shalihah. Oleh karena itu, sebaiknya, ibu hamil sering berdzikir, baik siang maupun malam dan secara lisan maupun dalam hati. [reportaseterkini.net]
Kalau Cinta Pasti Halalin Bukan Pacarin
Reportaseterkini.net - Engkau yang kini berstatuskan PACARAN pernahkah terlintas di benakmu untuk menanyakan pertanyaan ini kepada kekasih dan pujaan hatimu? .
Pernahkah terlintas dibenakmu untuk bertanya mau dibawa kemana semua ini?
Lalu apa jawaban yang engkau dapat dari pertanyaanmu itu?
Sudahkah dia menjawab sesuai keinginanmu?
Sesuai harapanmu? .
Sebagian orang akan mendapatkan jawaban yang sama
. "Jalani saja dulu kita kan ngak tau akan berjodoh atau tidak"
Mungkin di kiranya hati ini metromini kali di suruh ngejalanin sampai stasiun pemberhentian
. "Masih muda ngapain sih cepat cepat nikah mau dikasi makan apa nanti"
Ngak sadar ya kalau Allah Maha Pemurah Dia pemberi segala rizki sungguh itu alasan klise
. "Kalau ada rezeki insyaAllah sampai pelaminan"
Nah loh, kalau ngak ada rizki ngak kepelaminan dong? .
Kalau cinta pasti HALALIN bukan PACARIN
Karna kau terlalu berharga untuk di seret kelembah dosa
Kalau sayang pasti HALALIN bukan HAMILIN
Karna dia tau kehormatanmu lebih berharga dari apapun
Lelaki sejati tak akan pernah mengajakmu PACARAN tapi mengajakmu ke PELAMINAN
Lelaki sejati tak akan pernah MENGHANCURKANMU tetapi dia akan MEMULIAKANMU semampunya
Dan wanita sejati akan mampu menahan godaan untuk tidak PACARAN [reportaseterkini.net]
Pernahkah terlintas dibenakmu untuk bertanya mau dibawa kemana semua ini?
Lalu apa jawaban yang engkau dapat dari pertanyaanmu itu?
Sudahkah dia menjawab sesuai keinginanmu?
Sesuai harapanmu? .
Sebagian orang akan mendapatkan jawaban yang sama
. "Jalani saja dulu kita kan ngak tau akan berjodoh atau tidak"
Mungkin di kiranya hati ini metromini kali di suruh ngejalanin sampai stasiun pemberhentian
. "Masih muda ngapain sih cepat cepat nikah mau dikasi makan apa nanti"
Ngak sadar ya kalau Allah Maha Pemurah Dia pemberi segala rizki sungguh itu alasan klise
. "Kalau ada rezeki insyaAllah sampai pelaminan"
Nah loh, kalau ngak ada rizki ngak kepelaminan dong? .
Kalau cinta pasti HALALIN bukan PACARIN
Karna kau terlalu berharga untuk di seret kelembah dosa
Kalau sayang pasti HALALIN bukan HAMILIN
Karna dia tau kehormatanmu lebih berharga dari apapun
Lelaki sejati tak akan pernah mengajakmu PACARAN tapi mengajakmu ke PELAMINAN
Lelaki sejati tak akan pernah MENGHANCURKANMU tetapi dia akan MEMULIAKANMU semampunya
Dan wanita sejati akan mampu menahan godaan untuk tidak PACARAN [reportaseterkini.net]
Astaghfirullah, Kita lebih sering mengingat hari Lahir ketimbang hari Akhir (Renungan Untuk Kita Semua)
Reportaseterkini.net - Astaghfirullah, Kita lebih sering mengingat hari Lahir ketimbang hari Akhir (Renungan Untuk Kita Semua). Padahal tidak ada ulang tahun dalam Islam. Walaupun dilabeli dengan ucapan selamat ulang tahun,Selamat milad,Barakallahu fii umurik seakan akan agar kelihatan lebih Islami.
Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah sekalipun merayakan dan mengajarkan perihal ulang tahun.
Ulang tahun itu kebiasaan kaum siapa ?
Sebagaimana sabda beliau :
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,maka dia termaksuk ke dalam kaum tersebut"
(HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no.4031). Ingatlah sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah.
Ulang tahun bukan untuk dirayakan, dan bukan untuk diselamati.
Karena sebagai seorang muslim kita dituntut untuk selalu Muhassabah diri kita setiap hari dan selalu mengingat akan perkara Mati.
Maka dari itu sahabat,
Kau tak perlu repot lagi untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun, tak perlu kau belikan kado atas berkurangnya umurku,serta membuat kejutan dan traktiran atas hari lahirku.
Tapi aku perlu doa serta nasihat darimu.
Sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi ulang tahun adalah,tidak mengadakan perayaan khusus (biasa2 saja),mensyukuri nikmat Allah.Sebaiknya dilakukan setiap hari bukan setiap tahun.
Sekarang kamu sudah mengetahui bahwa tidak ada ulang tahun dalam Islam.
Kamu wajib sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat)
Self Reminder [reportaseterkini.net]
Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah sekalipun merayakan dan mengajarkan perihal ulang tahun.
Ulang tahun itu kebiasaan kaum siapa ?
Sebagaimana sabda beliau :
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,maka dia termaksuk ke dalam kaum tersebut"
(HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no.4031). Ingatlah sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah.
Ulang tahun bukan untuk dirayakan, dan bukan untuk diselamati.
Karena sebagai seorang muslim kita dituntut untuk selalu Muhassabah diri kita setiap hari dan selalu mengingat akan perkara Mati.
Maka dari itu sahabat,
Kau tak perlu repot lagi untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun, tak perlu kau belikan kado atas berkurangnya umurku,serta membuat kejutan dan traktiran atas hari lahirku.
Tapi aku perlu doa serta nasihat darimu.
Sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi ulang tahun adalah,tidak mengadakan perayaan khusus (biasa2 saja),mensyukuri nikmat Allah.Sebaiknya dilakukan setiap hari bukan setiap tahun.
Sekarang kamu sudah mengetahui bahwa tidak ada ulang tahun dalam Islam.
Kamu wajib sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat)
Self Reminder [reportaseterkini.net]
Hati Hati Provokasi Kaum Kafir "Lebih Baik Tidak Berjilbab, Daripada Berjilbab Tapi Biadab
Reportaseterkini.net - Salah satu Ghazwul Fikri/Perang Pemikiran orang yg anti islam & org-org kafir untuk menyesatkan dan meracuni pemikiran Muslim/Muslimah melalui gambar-gambar diatas, Khususnya untuk Muslimah agar memiliki persepsi:
LEBIH BAIK TIDAK BERJILBAB, DARIPADA BERJILBAB tapi BIADAB
Subhanallah..
Ketika Pakaian istri Nabi dan kaum muslimah yg indah mulia mereka hina?
Kita terima???
Kemudian kita disuruh lebih menerima yg tidak berjilbab syar'i tapi memegang Al-Qur'an saja?
Padahal Al-Qur'an hanya dilihat saja, tapi tidak di tunaikan isi perintahnya.
Sahabat Muslimah, mari kita ubah pemikiran ini dgn;
BERHIJAB AGAR DIJAUHKAN DARI SIFAT BIADAB
Ketahuilah sahabat dari tiga hal ini ketika berjilbab:
1. Kewajiban
Jilbab Syar'i itu adalah kewajiban, seruan dari Allah. Tertulis jelas dan terang didalam Al-Qur'an berkali kali sudah @Mozaik_Islam paparkan didalam tiap caption kpd sahabat.
2. Pembentukan Akhlak,
Itulah yg namanya pembentukan pribadi islami dan dibentuk melalui usaha dan istiqomah.
3. Ibadah kepada Allah,
Saat berjilbab syar'i dgn ikhlas Lillahi Ta'ala Insya Allah akan tumbuh sifat-sifat yg tawadhu, rasa cinta kepada Allah, perasaan bangga pada islam, ingin menjadi pribadi yg baik & maju kedepan, dan tentunya akan jauh dari perasaan "GALAU" Insya Allah.
Org-org yg istiqomah berhijab tidak sembarangan, apalagi seperti gambar yg di tujukan diatas, merokok. NO!
Pernah dengar di Prancis, yg wanita-wanita berhijab di fitnah oleh orang non-muslim Paris?
Mereka sengaja berjilbab hitam-hitam dan berniqab kemudian masuk ke toko-toko membeli minuman Alkohol, dan mereka membawa botol bir alkohol itu sambil merokok ditoko-toko.
Itu semua supaya apa? Supaya orang berpandangan BURUK terhadap Islam. Subhanallah..
Sahabat, Jngan mudah menerima hal-hal yg datang dari luar pemikiran Islam. Islam ini mulia didalamnya penuh kebaikan.
Jikapun belum bisa mengerjakannya, MAKA BERBAIK SANGKA-lah dahulu terhadap agama kita sendiri.
Jangan mau di racuni oleh 3F org-org yg anti islam (Fun, Food, Fashion)
JANGAN TERPROVOKASI [reportaseterkini.net]
LEBIH BAIK TIDAK BERJILBAB, DARIPADA BERJILBAB tapi BIADAB
Subhanallah..
Ketika Pakaian istri Nabi dan kaum muslimah yg indah mulia mereka hina?
Kita terima???
Kemudian kita disuruh lebih menerima yg tidak berjilbab syar'i tapi memegang Al-Qur'an saja?
Padahal Al-Qur'an hanya dilihat saja, tapi tidak di tunaikan isi perintahnya.
Sahabat Muslimah, mari kita ubah pemikiran ini dgn;
BERHIJAB AGAR DIJAUHKAN DARI SIFAT BIADAB
Ketahuilah sahabat dari tiga hal ini ketika berjilbab:
1. Kewajiban
Jilbab Syar'i itu adalah kewajiban, seruan dari Allah. Tertulis jelas dan terang didalam Al-Qur'an berkali kali sudah @Mozaik_Islam paparkan didalam tiap caption kpd sahabat.
2. Pembentukan Akhlak,
Itulah yg namanya pembentukan pribadi islami dan dibentuk melalui usaha dan istiqomah.
3. Ibadah kepada Allah,
Saat berjilbab syar'i dgn ikhlas Lillahi Ta'ala Insya Allah akan tumbuh sifat-sifat yg tawadhu, rasa cinta kepada Allah, perasaan bangga pada islam, ingin menjadi pribadi yg baik & maju kedepan, dan tentunya akan jauh dari perasaan "GALAU" Insya Allah.
Org-org yg istiqomah berhijab tidak sembarangan, apalagi seperti gambar yg di tujukan diatas, merokok. NO!
Pernah dengar di Prancis, yg wanita-wanita berhijab di fitnah oleh orang non-muslim Paris?
Mereka sengaja berjilbab hitam-hitam dan berniqab kemudian masuk ke toko-toko membeli minuman Alkohol, dan mereka membawa botol bir alkohol itu sambil merokok ditoko-toko.
Itu semua supaya apa? Supaya orang berpandangan BURUK terhadap Islam. Subhanallah..
Sahabat, Jngan mudah menerima hal-hal yg datang dari luar pemikiran Islam. Islam ini mulia didalamnya penuh kebaikan.
Jikapun belum bisa mengerjakannya, MAKA BERBAIK SANGKA-lah dahulu terhadap agama kita sendiri.
Jangan mau di racuni oleh 3F org-org yg anti islam (Fun, Food, Fashion)
JANGAN TERPROVOKASI [reportaseterkini.net]
Beberapa Cara yang bisa di Lakukan Untuk Melindungi Si Kecil Dari Gangguan Setan
Reportaseterkini.net - Sebagai makhluk kecil yang baru terlahir ke dunia, anak-anak masih dalam kondisi yang sangat lemah.
Mereka membutuhkan pertolongan, perlindungan, dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Inilah salah satu tugas orang tua terhadap mereka. Dengan hikmah-Nya, Allah menumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati orang tua terhadap anak-anaknya. Dengan senang hati orang tua senantiasa berusaha memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani mereka, tanpa perasaan berat sedikit pun.
Hal ini terus berlangsung seiring dengan pertumbuhan mereka. Mereka terus membutuhkan orang tua dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hal-hal yang bermanfaat kemudian memberikannya kepada mereka, dan hal-hal yang bermudarat kemudian menghindarkannya dari mereka.
Pembaca Qonitah, semoga Allah senantiasa menjaga kita semua, sebagaimana telah disebutkan di atas, kebutuhan anak tidak terbatas pada jasmani saja, tetapi juga mencakup sisi rohani. Bahkan, kebutuhan rohani ini lebih besar daripada kebutuhan jasmani mereka. Jadi, selain menjaga agar perut mereka selalu kenyang, badan mereka selalu hangat dan terlindung dari panas ataupun hujan, kita sangat perlu menjaga kalbu mereka agar senantiasa lurus sesuai dengan fitrahnya. Kita perlu menanamkan aqidah yang benar dalam diri mereka sehingga mereka menjadi manusia yang berpegang teguh pada agama ini.
Hal terpenting lainnya adalah melindungi anak-anak dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada di sekitar mereka. Pengaruh buruk tersebut bisa berasal dari sesuatu yang tampak atau bisa dirasakan, seperti udara yang sangat dingin atau sangat panas, gangguan orang jahat, musik, dan sebagainya. Kebanyakan orang tua telah mengetahui hal semacam ini dan berusaha melindungi anak-anak darinya.
Namun, ada pula gangguan yang terkadang tidak disadari oleh orang tua. Inilah yang akan menjadi bahasan kita sekarang, yaitu melindungi anak-anak dari gangguan makhluk-makhluk halus yang tidak tampak oleh kita.
Pembaca yang mulia, tidak diragukan lagi bahwa setan adalah musuh terbesar manusia. Mereka akan selalu berusaha mengganggu manusia selama hidupnya, semenjak terlahir ke dunia sampai menjelang wafatnya. Sekuat apa pun manusia, tetap harus menghindari gangguan setan ini dengan meminta perlindungan kepada Allah darinya.
Dalam firman-Nya yang agung, Allah subhanahu wa ta’ala memerintah kita,
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٢٠٠
“Dan apabila setan mengganggumu, mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (al-A’raf: 200)
Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman,
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ ٩٧ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ ٩٨
“Dan katakanlah, ‘Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Rabbku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (al-Mu’minun: 97—98)
Apabila demikian perintah Allah subhanahu wa ta’ala pada manusia yang sudah berakal, bagaimana halnya si kecil kita, yang masih sangat lemah? Tentu saja tugas kita, sebagai orang tua, adalah melindungi dan menjaga mereka.
Bagaimana Melindungi Anak dari Setan
Melindungi anak dari setan bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yaitu:
1. Mendoakan mereka dengan doa,
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku memintakan perlindungan bagi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, sengatan binatang, dan dari pandangan mata yang berbahaya.” (Hadits ini dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Misykatul Mashabih no. 1535)
Beliau mendoakan kedua cucu beliau, Hasan dan Husain, dengan doa ini. Beliau juga mengatakan bahwa Nabi Ibrahim pun mendoakan kedua putra beliau, Ismail dan Ishaq, dengan doa ini. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita mesti mengamalkannya. Kita lindungi buah hati kita dengan membacakan doa ini pada waktu pagi dan petang.
2. Menjaga rumah dengan senantiasa berzikir kepada Allah.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengabarkan,
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
“Apabila seseorang masuk ke rumahnya dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika masuk dan ketika hendak makan, berkatalah setan (kepada teman-temannya, -ed.), ‘Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.’ Apabila dia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam.’ Apabila dia juga tidak berzikir ketika hendak makan, setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam’.” (HR. Muslim no. 3762)
3. Menjaga mereka di awal malam.
Rasulullah juga memberi kita tuntunan untuk menjaga diri, anak, dan rumah kita dari setan. Beliau bersabda,
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ
“Apabila malam telah datang atau pada waktu sore, tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari awal malam, biarkanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (membaca basmalah) karena setan tidak bisa membuka pintu yang ditutup (dengan menyebut nama Allah). Tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dengan menyebut nama Allah, walaupun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Mungkin kebanyakan kaum muslimin masih asing dengan adab-adab ini. Tidak sedikit dari mereka yang belum hafal, bahkan belum pernah tahu tentang doa memintakan perlindungan bagi anak-anak tersebut. Banyak pula dari mereka yang keluar masuk rumah pada malam hari dengan ringan tanpa membaca basmalah. Bahkan, terkadang mereka biarkan pintu dan jendela terbuka lebar. Mereka biarkan pula anak-anak bermain, berkeliaran di luar rumah setelah matahari terbenam. Lebih-lebih masalah menutup tempat minum dan bejana dengan menyebut nama Allah. Sungguh, adab-adab ini masih jarang diamalkan oleh kaum muslimin. Allahul musta’an.
Semua ini tidak lain disebabkan kurangnya ilmu mereka tentang teladan-teladan Rasulullah dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita berharap agar Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua untuk selalu mengamalkan Sunnah Rasulullah dalam segala sisi kehidupan, termasuk dalam hal perlindungan terhadap buah hati kita. Mudah-mudahan mereka tumbuh dengan aman, tanpa tersentuh oleh godaan dan gangguan setan.
Semoga, dengan penjelasan singkat ini, kaum muslimin semakin tahu arti penting perlindungan terhadap anak-anak, lalu mengamalkannya dalam keseharian mereka. Hanya Allahlah yang memberikan petunjuk.
Mereka membutuhkan pertolongan, perlindungan, dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Inilah salah satu tugas orang tua terhadap mereka. Dengan hikmah-Nya, Allah menumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati orang tua terhadap anak-anaknya. Dengan senang hati orang tua senantiasa berusaha memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani mereka, tanpa perasaan berat sedikit pun.
Hal ini terus berlangsung seiring dengan pertumbuhan mereka. Mereka terus membutuhkan orang tua dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hal-hal yang bermanfaat kemudian memberikannya kepada mereka, dan hal-hal yang bermudarat kemudian menghindarkannya dari mereka.
Pembaca Qonitah, semoga Allah senantiasa menjaga kita semua, sebagaimana telah disebutkan di atas, kebutuhan anak tidak terbatas pada jasmani saja, tetapi juga mencakup sisi rohani. Bahkan, kebutuhan rohani ini lebih besar daripada kebutuhan jasmani mereka. Jadi, selain menjaga agar perut mereka selalu kenyang, badan mereka selalu hangat dan terlindung dari panas ataupun hujan, kita sangat perlu menjaga kalbu mereka agar senantiasa lurus sesuai dengan fitrahnya. Kita perlu menanamkan aqidah yang benar dalam diri mereka sehingga mereka menjadi manusia yang berpegang teguh pada agama ini.
Hal terpenting lainnya adalah melindungi anak-anak dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada di sekitar mereka. Pengaruh buruk tersebut bisa berasal dari sesuatu yang tampak atau bisa dirasakan, seperti udara yang sangat dingin atau sangat panas, gangguan orang jahat, musik, dan sebagainya. Kebanyakan orang tua telah mengetahui hal semacam ini dan berusaha melindungi anak-anak darinya.
Namun, ada pula gangguan yang terkadang tidak disadari oleh orang tua. Inilah yang akan menjadi bahasan kita sekarang, yaitu melindungi anak-anak dari gangguan makhluk-makhluk halus yang tidak tampak oleh kita.
Pembaca yang mulia, tidak diragukan lagi bahwa setan adalah musuh terbesar manusia. Mereka akan selalu berusaha mengganggu manusia selama hidupnya, semenjak terlahir ke dunia sampai menjelang wafatnya. Sekuat apa pun manusia, tetap harus menghindari gangguan setan ini dengan meminta perlindungan kepada Allah darinya.
Dalam firman-Nya yang agung, Allah subhanahu wa ta’ala memerintah kita,
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٢٠٠
“Dan apabila setan mengganggumu, mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (al-A’raf: 200)
Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman,
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ ٩٧ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ ٩٨
“Dan katakanlah, ‘Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Rabbku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (al-Mu’minun: 97—98)
Apabila demikian perintah Allah subhanahu wa ta’ala pada manusia yang sudah berakal, bagaimana halnya si kecil kita, yang masih sangat lemah? Tentu saja tugas kita, sebagai orang tua, adalah melindungi dan menjaga mereka.
Bagaimana Melindungi Anak dari Setan
Melindungi anak dari setan bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yaitu:
1. Mendoakan mereka dengan doa,
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku memintakan perlindungan bagi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, sengatan binatang, dan dari pandangan mata yang berbahaya.” (Hadits ini dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Misykatul Mashabih no. 1535)
Beliau mendoakan kedua cucu beliau, Hasan dan Husain, dengan doa ini. Beliau juga mengatakan bahwa Nabi Ibrahim pun mendoakan kedua putra beliau, Ismail dan Ishaq, dengan doa ini. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita mesti mengamalkannya. Kita lindungi buah hati kita dengan membacakan doa ini pada waktu pagi dan petang.
2. Menjaga rumah dengan senantiasa berzikir kepada Allah.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengabarkan,
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
“Apabila seseorang masuk ke rumahnya dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika masuk dan ketika hendak makan, berkatalah setan (kepada teman-temannya, -ed.), ‘Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.’ Apabila dia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam.’ Apabila dia juga tidak berzikir ketika hendak makan, setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam’.” (HR. Muslim no. 3762)
3. Menjaga mereka di awal malam.
Rasulullah juga memberi kita tuntunan untuk menjaga diri, anak, dan rumah kita dari setan. Beliau bersabda,
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ
“Apabila malam telah datang atau pada waktu sore, tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari awal malam, biarkanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (membaca basmalah) karena setan tidak bisa membuka pintu yang ditutup (dengan menyebut nama Allah). Tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dengan menyebut nama Allah, walaupun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Mungkin kebanyakan kaum muslimin masih asing dengan adab-adab ini. Tidak sedikit dari mereka yang belum hafal, bahkan belum pernah tahu tentang doa memintakan perlindungan bagi anak-anak tersebut. Banyak pula dari mereka yang keluar masuk rumah pada malam hari dengan ringan tanpa membaca basmalah. Bahkan, terkadang mereka biarkan pintu dan jendela terbuka lebar. Mereka biarkan pula anak-anak bermain, berkeliaran di luar rumah setelah matahari terbenam. Lebih-lebih masalah menutup tempat minum dan bejana dengan menyebut nama Allah. Sungguh, adab-adab ini masih jarang diamalkan oleh kaum muslimin. Allahul musta’an.
Semua ini tidak lain disebabkan kurangnya ilmu mereka tentang teladan-teladan Rasulullah dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita berharap agar Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua untuk selalu mengamalkan Sunnah Rasulullah dalam segala sisi kehidupan, termasuk dalam hal perlindungan terhadap buah hati kita. Mudah-mudahan mereka tumbuh dengan aman, tanpa tersentuh oleh godaan dan gangguan setan.
Semoga, dengan penjelasan singkat ini, kaum muslimin semakin tahu arti penting perlindungan terhadap anak-anak, lalu mengamalkannya dalam keseharian mereka. Hanya Allahlah yang memberikan petunjuk.
Jangan Sampai PING!!! Di Gunakan Untuk Mengganti Salam
Reportaseterkini.net - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh artinya "semoga keselamatan, keberkahan, dan kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT menyertai Anda/kalian".
Al-Quran menegaskan, selain doa, salam adalah penghormatan.
"Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah "Salam sejahtera dari segala bencana " dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka (QS Al-Ahzab:44).
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menebarkan salam antar sesama Muslim.
Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).” (HR. Abu Dawud)
Imron bin Husein ra. mengisahkan, ada seorang lelaki datang kepada Rosulullah saw.
dengan mengucap, "Assalamu’alaikum." Setelah menjawabnya, beliau bersabda: "Sepuluh." Kemudian datang lagi orang lainnya dengan mengucap salam, "Assalamu’alaikum m rohmatullaahi." Sesudah menjawabnya, Rosulullah saw. berkata, "Dua puluh." Selang beberapa waktu kemudian, datang orang yang lain lagi seraya mengucapkan salam, "Assalamu’alaikum wa rohmatullaahi m barokatuh." Setelah menjawabnya, Rosulullah saw berkomentar, ’Tiga puluh." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). .
Hadits ini menegaskan kepada kita, bahwa setiap perbuatan baik seperti mengucapkan salam, selalu ada pahalanya. Besar kecilnya pahala yang kita peroleh, tergantung dari seberapa sempurna kita mengerjakannya. Jadi semakin lengkap salam yang kita ucapkan, semakin besar pahala yang kita peroleh.
Jangan sampai PING digunakan untuk menganti salam..
Ucapkanlah salam ketika ingin menyapa saudara, keluarga dan teman-teman melalui smartphone mu [reportaseterkini.net]
Al-Quran menegaskan, selain doa, salam adalah penghormatan.
"Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah "Salam sejahtera dari segala bencana " dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka (QS Al-Ahzab:44).
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menebarkan salam antar sesama Muslim.
Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).” (HR. Abu Dawud)
Imron bin Husein ra. mengisahkan, ada seorang lelaki datang kepada Rosulullah saw.
dengan mengucap, "Assalamu’alaikum." Setelah menjawabnya, beliau bersabda: "Sepuluh." Kemudian datang lagi orang lainnya dengan mengucap salam, "Assalamu’alaikum m rohmatullaahi." Sesudah menjawabnya, Rosulullah saw. berkata, "Dua puluh." Selang beberapa waktu kemudian, datang orang yang lain lagi seraya mengucapkan salam, "Assalamu’alaikum wa rohmatullaahi m barokatuh." Setelah menjawabnya, Rosulullah saw berkomentar, ’Tiga puluh." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). .
Hadits ini menegaskan kepada kita, bahwa setiap perbuatan baik seperti mengucapkan salam, selalu ada pahalanya. Besar kecilnya pahala yang kita peroleh, tergantung dari seberapa sempurna kita mengerjakannya. Jadi semakin lengkap salam yang kita ucapkan, semakin besar pahala yang kita peroleh.
Jangan sampai PING digunakan untuk menganti salam..
Ucapkanlah salam ketika ingin menyapa saudara, keluarga dan teman-teman melalui smartphone mu [reportaseterkini.net]
Langganan:
Postingan (Atom)






