Sabtu, 28 Mei 2016

Kisah Rafidah Helmi Lulus Kedokteran Di Usia 17 Tahun Termuda Se-Indonesia

Reportaseterkini.net - Rafidah Helmi, gadis asal Sukabumi berusia 17 tahun 8 bulan ini terlihat tersenyum di antara para wisudawan Unissula Semarang yang menunggu dipanggil namanya. Tiba gilirannya, Rafidah disebut namanya dan ia dinyatakan resmi lulus sebagai sarjana kedokteran termuda se-Indonesia.


Mendengar usia Rafidah disebut pembawa acara, tepuk tangan pun riuh di aula Fakultas Kedokteran Unissula. Gadis kelahiran 31 Juli 1998 ini memang memiliki otak cerdas sejak lahir. Putri ketiga dari pasangan AKBP (purnawirawan) Helmi dan Rofiah tersebut sudah terbiasa dengan kedisiplinan yang mengalir dari ayahnya.

Perjalanan akademiknya pun bisa dibilang unik dan ngebut, karena ketika dulu ia diterima di TK Kemala Bhayangkari Secapa Polri Sukabumi, ia hanya menjalani kelas nol kecil selama sehari dan langsung naik kelas nol besar.

Karena kecerdasannya, pada usia 4 tahun 10 bulan, Rafidah sudah masuk ke SD Sriwidari Sukabumi. Bangku SD dilaluinya selama 5 tahun karena masuk program akselerasi. Begitu juga ketika duduk di bangku SMP dan SMA, ia menyelesaikannya masing-masing hanya 2 tahun. Ia kemudian mendaftar ke Unissula dan menjadi mahasiswa pada usia 14 tahun.
. "Dari SD, SMP, dan SMA akselerasi. SD 5 tahun, SMP dan SMA 2 tahun," kata Rafidah usai wisuda ke-71 Unissula, Senin (18/4/2016).

Awalnya ia ingin menjadi guru, namun ia berketetapan hati ingin menjadi dokter karena kakak pertamanya, Riana Helmi lulus dari kedokteran UGM bahkan lulus sebagai sarjana kedokteran termuda yaitu 17 tahun 11 bulan dan tercatat di rekor Muri. Meski lulus lebih cepat, namun Rafidah belum tercatat Muri.
. "Bukan rekornya yang penting, tapi ilmunya," tandasnya.

Lalu apa rahasianya ia dan kakaknya bisa sampai menoreh prestasi seperti itu? Rafidah mengaku tidak ada yang istimewa, ia juga sering bermain dan belajar tanpa tekanan. Yang terpenting menurutnya menetapkan tujuan dari awal.
. "Selagi muda belajar, berusaha raih cita-cita dan menetapkan tujuan dari awal. Saya di rumah ya biasa saja, sering main juga," tanda gadis yang akan fokus Koas setelah ini.

Lanjutannya ada dikomentar 👇 | @kisahsemangat
kisahsemangatSementara itu ayah Rafidah, Helmi mengaku tidak ada metode khusus untuk mendidik tiga putrinya, Riana Helmi, Rosalina Helmi, dan Rafidah Helmi. Mereka bertiga memang punya keinginan kuat untuk menempuh pendidikan untuk menjadi dokter.
. "Ya seperti biasa, ikut bimbingan belajar biasa. Dia (Rafidah) itu seperti anak biasa, main, terus kalau bosan ya belajar," kata Helmi.
.
Dosen di sekolah polisi di Sukabumi itu juga memberikan tips agar para orang tua membina anak-anak hingga lulus SD, dijenjang berikutnya anak-anak membina dirinya sendiri namun tetap didampingi orang tua.
. "TK sampai SD itu kita (orang tua) bina. SMP dan SMA itu mulai membina dirinya sendiri. Anak itu tidak boleh ditarget, beban dia, orang kalau dikasih beban kan malah lamban," terang Helmi.
. "Saya tidak mengarahkan anak saya, mereka ingin sendiri. Kalau yang kedua dan ketiga itu memang ingin mengikuti jejak kakak pertama," imbuhnya.
.
Ibu Rofidah, Rofiah menambahkan, dalam mendidik tiga putrinya, ia membagi tugas dengan suami. Sang ayah melakukan tugas pendidikan di luar rumah seperti les, mencari sekolahan, dan sebagainya. Sedangkan pendidikan di rumah Rofiah yang melakukan.
. "Kita selalu bagi tugas, saya sama bapaknya. Saya urusan di dalam, kalau anak-anak kesulitan belajar di rumah, saya yang membantu," kata Rofiah.

Sumber: detik.com

Ini Dia Solusi Terbaik Saat Rezeki Sempit Atau Berkurang

Reportaseterkini.net - Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.


Sesungguhnya rizki ada di tangan Allah semata. Dia lapangkan dan menyempitkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki. Pastinya dengan hikmah dan keadilan-Nya. Maka betatapun usaha dilakoni seseorang dalam mencari rizki, tidak diperolehnya kecuali sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan untuknya. Sebaliknya, betapa besar usaha orang untuk menghalangi sampainya rizki kepadanya maka rizki itu akan tetap diperolehnya sebagaimana tidak ada penghalangnya.

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman." (QS. Al-Ruum: 37)

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajari zikir sesudah shalat,
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ

"Ya Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam al-Thabrani meriwayatkan dalam al-Kabirnya, dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda,

إن الرِّزق ليَطْلب العبد أكثر مما يطلبه أجَلُه

"Sesungguhnya rizki mencari hamba lebih banyak daripada ajal mencarinya." (Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami')

Sesungguhnya jatah rizki seperti jatah umur. Tidak akan habis, jika belum sampai habis ajal. Sehingga kita tidak akan terlalu bersedih dan berduka dalam kehidupan dunia ini. Walau harus tetap berusaha dengan mempercayakan kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rizki! Ketahuilah, sesungguhnya seorang jiwa tidak akan mati kecuali telah sempurna rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rizki. Ambil yang halal dan tinggalkan yang haram." (Disebutkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 2866)

Maka kewajiban hamba dalam rizki ini ada dua perkara: Pertama, mengusahakan sebab yang dibolehkan syariat untuk memperoleh rizki yang halal. Kedua, ridha dengan pembagian Allah kepadanya karena hakikat ketetapan Allah atas hamba mukmin adalah baik. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan urusan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik; ?dan itu tidak dimiliki kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kelapangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika mendapat kesulitan/kesusahan, ia bersyukur, maka itu baik baginya." (HR. Muslim)

Hakikat Kebahagiaan Hidup di Dunia
Perlu dipahami, hakikat kebahagiaan di dunia ini bukan semata dengan banyaknya harta. Sesungguhnya kebahagiaan itu dengan iman, qana'ah, dan ridha dengan pembagian Allah Ta'ala. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Nahl: 97)

Balasan Hayah Thayyibah berlaku pada kehidupan dunia. Bentuknya berupa tenangannya hati dan tentramnya jiwa serta tidak disibukkan dengan godaan-godaan yang memalingkan hatinya. Bentuk lainnya, Allah memberikan rizki yang halal lagi baik kepadanya dari jalan yang tak disangka-sangka.
Ali bin Abi Thalib menafsirkannya dengan qana'ah (merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah).

Al-Dhahak berkata, "Ia (hayah thayyibah) adalah rizki halal dan ibadah di dunia." Dalam perkataan beliau yang lain, "Ia adalah amal ketaatan dan senang dengannya." Namun yang benar menurut Ibnu Katsir, Hayah Thayyibah mencakup semua ini secara keseluruhan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, "Sungguh beruntung orang yang telah masuk islam, diberi rizki yang cukup, dan diberikan rasa cukup (qana'ah) oleh Allah atas apa yang telah diberikan kepadanya." (HR. Muslim, al-Tirmidzi dan Ahmad)

Saat Rizki Berkurang
Sesungguhnya dunia di sisi Allah tidak memiliki nilai lebih. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah membuat permisalan, dunia lebih hina daripada bangkai anak kambing yang cacat. Dan jika dunia itu memiliki nilai di sisi Allah seberat sayap nyamuk niscaya orang kafir tidak akan diberi minum di dunia ini. (HR. Ibnu Majah)

Maka sesuatu yang hina tidaklah layak memalingkan kita dari akhirat dan mempersipakan bekal perjumpaan dengan Allah 'Azza wa Jalla. Saat ia berkurang atau hilang tidaklah boleh menjadikan kita kehilangan harapan kenikmatan yang abadi di surga. Maka janganlah terlampau sedih dan berduka saat dunia berkurang. Jangan putus asa dan merasa menjadi orang sengsara. Lihatlah orang lain yang taraf ekonominya di bawahmu -dan jangan pandang yang di atasmu-, niscaya kamu akan mendapati nikmat Allah ada padamu. Yakinlah, jika engkau sekarang fakir maka banyak orang yang hidupnya terbebani dengan hutang-hutang. Jika jumlah harta yang ada di tanganmu sedikit, maka ketahuilah bahwa ada orang selainmu yang kehilangan harta, kesehatan, dan anaknya. Ridhalah dengan takdir Allah dalam pembagian rizki ini. Ketahuilah, Allah hanya menghendaki kebaikan untukmu dalam takdir-Nya ini.

Saat mendapati hidup yang sempit dan kekurangan rizki ada beberapa sikap yang harus diambil: Pertama, menambah sifat qana'ah.

Kedua, mengusahakan sebab rizki sambil bertawakkal kepada Allah Ta'ala.
Ketiga, melaporkan kesusahannya kepada Allah dengan berdoa dan bersimpuh di hadapan-Nya dalam shalat, khususnya pada qiyamulail di sepertiga malam terakhir. Saat itu Allah turun ke langit dunia dan menawarkan kepada para hamba-Nya: Siapa yang mau berdoa kepada-Ku niscaya aku kabulkan doanya, Siapa yang meminta kepada-Ku siscaya aku beri permintaannya, siapa yang memohon ampun kepada-Ku niscara Aku mengampuninya.

Allah 'Azza wa Jalla  berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaahaa: 132)

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan riwayat yang menunjukkan bahwa shalat dalam ayat di atas adalah shalat malam. Kemudian beliau berkata, "Yakni apabila kamu tegakkan shalat maka rizki akan datang kepadamu dari jalan yang tak pernah kamu sangka-sangka."

Keempat, meningkatkan taubat dan memperbanyak istighfar. Karena maksiat itu menjadi sebab sempitnya rizki dan datangnya kesulitan. Hal ini sebagaimana dikabarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Sesungguhnya seseorang diharamkan rizki disebabkan dosa yang dilakukannya." (HR. Ahmad dan selainnya)

Allah Ta'ala berfirman tentang petuah Nabi Nuh 'alaihis salam kepada umatnya agar banyak istighfar,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai"." (QS. Nuuh: 10-12)

Allah menerangkan tentang titah Nabi Hud kepada kaumnya untuk istighfar, ia menjadi sebab bertambahnya kekuatan fisik dan turunnya rizki,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

"Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa"." (QS. Huud: 52)

Dalam hadits disebutkan,

 مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Siapa yang kontinyu beristighfar maka Allah jadikan baginya jalan keluar dari setiap kesulitannya, kesudahan dari setiap kesedihannya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Selanjutnya isi kehidupan dengan ketaatan dan kebaikan. Sesungguhnya karunia Allah didapatkan dengan ketaatan dan suka berbuat baik kepada sesama. Sebaliknya kemaksiatan dan sikap buruk kepada orang merupakan sebab kesulitan dan kesusahan. Karena sesunggguhnya balasan sesuai dengan jenis amal. Wallahu Ta'ala A'lam.

Sumber : voa-islam.com

Tidak usah Takut sama Cangkul Takutlah Kepada Allah, yang Masih Pacaran Baca ini Sebentar !

Reportaseterkini.net - Dear Aktivis Pacaran... Dear aktivis pacaran, ketika nasehat tak lagi mempan, itu tanda hati sudah karatan



Dear aktivis pacaran, sebagian lagi sudah tidak ingat akan masa depan, ya sudah akhirnya kebablasan

Dear aktivis pacaran, kalau diingatkan, katanya mereka pacaran untuk seleksi pernikahan

Dear aktivis pacaran, pelakunya kan anak-anak smp-sma masih ingusan, masa iya mereka mikirin pernikahan?

Dear aktivitis pacaran, nafsu belang kamu sudah ketahuan hanya jadikan pacaran sebagai having fun

Dear aktivis pacaran, awalnya kamu mungkin bilang ini aman, tapi akhirnya kehormatan dan keperawanan jadi korban

Dear aktivis pacaran, yuk taubati kemaksiatan pacaran, pikirkan masa depan, jaga kehormatan

Dear aktivis pacaran, mungkin nasehat seperti ini sudah seringkali kau dengarkan tapi kami pun tak bosan mengingatkan

Dear aktivis pacaran, akhirnya kami hanya bisa berpesan, jodoh adalah cerminan

Dear aktivis pacaran, jika saat ini kau gadaikan masa depan dengan pacaran maka jangan salahkan, mungkin itulah jodohmu yang sepadan

Kalau Cinta ya Halalin jangan Pacarin ! 

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32) [reportaseterkini.net]

Ini Dia Hak Istri yang Wajib Di Penuhi Oleh Suami

Reportaseterkini.net - Di antara hak seorang istri yang harus dipenuhi suami adalah memberikan pendidikan dan pengajaran agama. Dengan memahami dan mengamalkan agamanya, seorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.


Allah azza wa jalla berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim 66: 6)

Menjaga keluarga dari api neraka mengandung maksud agar menasihati mereka agar taat, bertakwa kepada Allah azza wa jalla dan mentauhidkan-Nya serta menjauhkan syirik, mengajarkan kepada mereka tentang syariat Islam, dan tentang adab-adabnya.

Untuk itulah, menjadi kewajiban seorang suami agar membekali diri sendiri dengan thalabul 'ilmi, yakni.menuntut ilmu syar'i, dengan menghadiri majelis ilmu yang mengajarkan al-Qur'an dan juga as-Sunnah. Sehingga dengan bekal itu dia mampu mengajarkan apa-apa uang disyariakan-Nya kepada istri dan keluarga.

Jika ia tidak sanggup untuk mengajarkannya, hendaklah seorang suami mengajak istri dan anaknya untuk sama2 hadir di majelis ilmu yang mengajarkan Islam berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah, mendengarkan apa yang disampaikan, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya suami-istri di majelis ilmu akan menjadikan mereka sekeluarga dapat memahami Islam dengan benar, beribadah dengan ikhlas menghadapkan wajah Allah semata serta senantiasa meneladani Rasulullah s.a.w. Insya Allah, hal ini akan memberikan manfaat dan berkah yang sangat banyak karena suami maupun istri saling memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagai hamba Allah. [reportaseterkini.net]

Kisah Rio Haryanto, Kenapa Rio Pasang Ayat Kursi Di Mobil Formula One

Reportaseterkini.net - Banyak pembalap di dunia yang memiliki kekhasan saat mereka akan melalui pertarungan di lintasan. Ini tak terkecuali untuk pembalap Indonesia, Rio Haryanto.


Pemalap asal Solo, Jawa Tengah, yang menjadi perhatian karena untuk kali pertama wakil dari Indonesia di pentas paling bergengsi dalam dunia balap internasional ini dikenal punya kekhasan memasang tempelan ayat kursi di ruang duduknya.

. "Memang dari dulu saya menempelkan ayat kursi," ujar pebalap berusia 22 tahun yang pada musim ini mengaku menargetkan untuk terus beradaptasi dan belajar dengan tunggangannya.

Menurut Rio, ayat kursi yang merupakan potongan dari surat Al Baqarah dan mengibaratkan bumi dan langit sebagai singgasana Allah penanda keesaan-Nya, membuat dia merasa tenang.

. "Ayat kursi itu membuat saya merasa tenang. Ya yang pasti, mudah-mudahan, selalu diberikan keselamatan. Yang pasti berdoa," ujarnya.

Sumber: otosia.com

Subhanallah, Inilah Manfaat Dzikir Bagi Wanita Hamil

Reportaseterkini.net - Manfaat Dzikir Untuk Ibu Hamil. Adapun  beberapa manfaat dzikir bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya adalah sebagai berikut :


Menyembuhkan Sakit
Sebagaimana kita ketahui, ibu hamil sering mengalami sakit, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, ibu hamil biasanya mengalami nyeri perut, muntah-muntah, pusing, kelelahan, dan lain sebagainya. Sedangkan secara psikis, kejiwaan ibu hamil relative labil dan mudah stress karena perubahan hormone. Dalam islam, berbagai penyakit ibu hamil tersebut dapat disembuhkan dengan dzikir.

Rasulullah Saw, bersabda:
“Menyebut Allah adalah salah satu penyembuhan dan menyebut tentang manusia adalah penyakit(artinya penyakit akhlak).” (HR. Baihaqi)

Berdzikir dapat membawa ketenangan bagi pengamalnya. Dalam hal ini, bacaan dzikir akan terlebih dahulu memberikan ketenangan bagi ibu hamil (secara psikologis). Kemudian, ketenangan hati tersebut memotivasi tubuh si ibu hamil agar selalu bersemangat. Sehingga, ia mampu menjalankan masa kehamilannya.

Ibu hamil yang sering merasa letih dan lemah sehigga tidak optimis dalam menjalani masa kehamilan sangat dianjurkan untuk rajin berdzikir. Sebab, berdzikir dapat menghapus kelelahan. Hal ini pernah dilakukan oleh siti Fatimah, putrid Rasulullah Saw. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
“Bahwa, Fatimah mengeluhkan tangannya (yang  terluka) akibat alat penumbuk biji-bijian. Dan Rasulullah Saw, mendapatkan seorang seorang tawanan ( untuk dijadikan pelayan). Maka, berangkatlah Fatimah menemui Rasulullah Saw., tetapi ia tidak menjumpai beliau dan bertemu dengan Aisyah. Lalu, diceritakanlah maksud kedatangannya kepada Aisyah. Ketika Rasulullah Saw, datang, Aisyah menceritakan kepada beliau tentang kedatangan Fatimah. Rasulullah Saw, segera menemui kami saat kami telah berbaring di tempat tidur. Kemudian kami pun beranjak bangun ingin menghampiri beliau, tetapi Rasulullah Saw. Berkata .’Tetaplah di tempat kalian!’ Lalu, beliau duduk di antara kami berdua, sehingga aku dapat merasakan di dadaku dinginnya telapak tangan beliau. Kemudian, beliau bersabda,’Maukah kamu berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang kamu berdua minta, yaitu ketika kalian hendak berbaring ke tempat tidur. Bacalah takbir sebanyak sebanyak tiga puluh empat kali, Tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, serta Tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali. Karena, hal itu lebih baik bagi kamu berdua dari pada seorang pelayan.”(HR. Muslim)

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Rasulullah Saw. Menyebutkan bahwa dzikir bisa berfungsi sebagai obat. Sementara di dalam al-Qur’an, Allah Swt, menegaskan bahwa menyebut Allah (dzikir) dapat melembutkan hati sebagaimana firman-Nya berikut:
“….. Dan, sebutlah (nama) Allah Sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS.al-Anfaal [8]: 45) [reportaseterkini.net]

Jumat, 27 Mei 2016

Kisah Inspiratif : Dokter yang Tak Memasang Tarif, Pasien bayar Seikhlasnya

Reportaseterkini.net - Sebuah bangunan tua di kawasan Jln. Puri Medan, Kelurahan Komat, Kecamatan Medan Area, Medan Sumatera Utara, kerap didatangi orang-orang untuk berobat.


Dialah Prof. Dr. Aznan Lelo Ph.D, Sp.FK adalah guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Beliau membuka praktik tanpa memasang papan nama, kepada pasiennya dia tidak memasang tarif. Pasien membayar jasa konsultasi dan obat racikannya sesuka hati. Resepnya untuk obat apotek pun terjangkau.

Dari pengakuannya, dia tidak punya rumah sendiri. Memang ada satu rumah BTN yang dibelinya secara kredit sejak 1981 di kawasan Johor, tapi tidak sempat ia nikmati. Selama ini dia tinggal di rumah mertuanya dan di rumah dinas USU.

Aznan yang tak terlalu bernafsu memikirkan harta duniawi. Prinsip hidupnya sederhana, "Aku yang penting tak ada utang, itu saja prinsipku."

Prinsip itu telah tertanam di dalam dirinya sejak kecil. Hingga dewasa, prinsip itu terus dia pegang menjadi keyakinan.

Dokter bagi aznan, adalah profesi yang tidak boleh menetapkan tarif jasa pembayaran. Sama halnya seperti dua profesi lainnya, yakni pengacara dan guru.

"Yang datang ke pengacara itu kan orang meminta nasihat, datang ke guru karena orang mau belajar, datang ke dokter karena orang mau minta pengobatan. Terkecuali karena ilmu kita dia jadi pintar, lalu dia kaya, terus dia memberikan sesuatu tidak kita minta, boleh. Jadi, tiga profesi ini mestinya tak boleh membuat tarif," katanya.

Aznan mengaku pasti, prinsip dia diragukan orang. Bagaimana ia membiayai hidup keluarga dan menyekolahkan anaknya hingga ketiga anaknya meraih sarjana?

"Kalau aku boleh kasih nasihat sama kawan-kawan dokter, jangan tiru aku. Kalau pun mau kan sudah kujelaskan tadi, bahwa harus yakin dulu dengan ke-Islaman. Bahwa Islam itu rahmatan lil `aalamin (rahmat bagi seluruh alam).

Semoga kisah beliau bisa menginspirasi buat para dokter dan calon-calon dokter ya 👍

Sumber: WartaPunyaMedan |